RSS

Senin, 12 Oktober 2009

Transisi dari siswa menjadi mahasiswa


Yak... M-A-H-A-S-I-S-W-A.. Dari struktur hurufnya saja sudah berbeda dengan S-I-S-W-A, bukan?? Gw pun merasakan betapa berbedanya kehidupan sebagai siswa dengan gw yg sekarang ini sebagai mahasiswa. Sebagai siswa, masih terasa banget kalau kita tuh masih dibimbing oleh guru. Betapa pedulinya mereka terhadap kita, betapa seringnya gw dimarahin gara-gara tidur di kelas, betapa seringnya gw diomelin gara-gara terlambat masuk sekolah, dan masih banyak lagi. Tetapi.., sebagai mahasiswa, hal itu tidak terjadi lagi terhadap diri kita. Boleh dibilang kebanyakan dosen itu lebih cuek bila dibandingkan dengan guru. Ini sejauh penglihatan saya. Kalau pas SMA tuh, kayaknya guru selalu memperhatikan kita. Ngantuk dikit.. eh ketahuan... Baju gag rapi, disuruh dirapikan.. Dan masih banyak lagi...

Kalau kata danlap (komandan lapangan) fenomena (fase orientasi mahasiswa komunikasi) sihhh, mahasiswa itu dituntut untuk lebih aktif, loyal, dan mandiri. Yak, benar sekali! Gw merasa sekarang saat yang tepat untuk belajar mandiri. Kalau mau terus diperhatikan dan dibimbing terus sama orang lain, kapan dewasanya? Kapan mandirinya? Justru saat inilah gw harus bisa lebih aktif dalam menyikapi semua permasalahan. Kadang gw suka cuek saat menghadapi masalah yang rumit. Suka berpikir 'bodo amatlah' dan mencoba melupakannya. Sekarang gw tahu itu salah. Kalau kita cuek dalam menghadapi permasalahan, masalah itu tidak akan pernah selesai, akan menggantung begitu saja, tak peduli seberapa kuat kita berusaha untuk melupakannya. Lain halnya dengan mencoba aktif untuk menyelesaikan masalah tersebut, seenggaknya masalah tersebut bisa sedikit teratasi, bukan?

Yang kedua.. loyal. Loyal itu sangat diperlukan terutama dalam persahabatan. Tentu kuliah itu bukan hanya mengejar prestasi, bukan? Kuliah itu aktivitas yang mencakup banyak hal, salah satunya adalah mencari teman. Carilah teman sebanyak-banyaknya. Tidak ada orang yang sanggup hidup sendiri. Gw rasa mencari teman itu mudah, yang sulit adalah mencari sosok sahabat. Persahabatan kebanyakan dimulai dari pertemanan yang bertahun-tahun. Nah dalam persahabatan itu, kita harus bisa menjadi sahabat yang loyal... sahabat yang setia... Jangan jadi sahabat yang ada saat senang saja. Sahabat harus bantu membantu dan saling menopang. Itu baru namanya sahabat beneran. Hehe..

Yang ketiga... mandiri. Tahu sendiri kebanyakan mahasiswa itu adalaha penghuni kost. Sebagai anak kost, kita harus bisa hidup mandiri, mau ngapa-ngapain sendiri, mau makan cari sendiri, dan sebagainya yang serba sendiri.. Kecuali kalau yang ngekostnya bawa pembantu yah.. Hahaha. Gw sendiri merasa dengan menjadi anak kost, banyak manfaat dan pengetahuan yang gw dapatkan. Dari yang biasanya makan tinggal makan, sekarang harus cari makan ke warteg atau bikin mie sendiri. Dari yang ga pernah cuci baju, jadi cuci baju sendiri. Dari yang jarang banget cuci piring, jadi cuci piring terus. Dari yang ga pernah beresin kamar, sekarang beres-beres terus. Daaaan, masih banyak lagi hal yang dilakukan sendiri. Ini juga merupakan proses pembelajaran bagi gw. Belajar nyuci, belajar kupas buah, belajar mengatur waktu dengan baik. Hohoho.. Tetapi, sebagai anak kost juga perlu berhati-hati. Jangan sampai kelewat batas dan terlalu bebas. Teori memang mudah, mempraktekkannya yang sulit!

Yak, kira-kira itulah pikiran gw seputar mahasiswa. Ini tulisan pertama gw, mohon dimaklumi kalo kelihatan banget amatirnya! Heheee (:

Terus berusaha menjadi mahasiswa yang aktif, loyal, dan mandiri!

4 komentar:

Sang Musafir mengatakan...

HEEEEYY sesama mahasiswa, maring saling mengikuti bolg satu sama lain! ^o^ it's http://showmewhatshewrote.blogspot.com/ please follow. hehehehehehehe.

Haney mengatakan...

sudahh kok jeng khara...
keep writing yahhh!!! ((:

Noeel-Loebis mengatakan...

gila yah!!! tulisan lo lumayan bagus untukk ukuran first post... nendang!!!! swear!!!
btw ada juga looogh dosen yg rada care sama mahasiswanya... hehehe

Haney mengatakan...

haha thx anyway :)

Posting Komentar