RSS
Tampilkan postingan dengan label Kisahku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kisahku. Tampilkan semua postingan

Senin, 23 Mei 2011

"Tenang Jak, Tak Kan Sesat"

Ini adalah sebuah cerita memalukan ketika saya berlibur ke tanah kelahiran orangtua saya pada Februari lalu. Di manakah itu? Jawabannya adalah sebuah desa yang benar-benar terpencil. Jatinangor bila dibandingkan desa ini masih jauh lebih 'kota'. Haahahahaa. Nama tempat tersebut adalah Padang Tikar. Baru denger kaaaaannn???? Saya yakin hanya sedikit sekali orang yang tahu Padang Tikar.

Padang Tikar adalah nama sebuah pulau kecil di dekat Kalimantan Barat. Kalau dari Pontinak, harus ke pelabuhan Rasau dulu, baru menyeberang ke Padang Tikar. Kira-kira memakan waktu sekitar 2 jam dari Rasau. Saya masih inget banget, kalau dulu orangtua saya mengajak saya pulang ke kampung mereka, saya pasti nolak. Ngeri sama nyamuknya, belum lagi listriknya itu loooh! Listrik merupakan hal yang sangat berharga di Padang Tikar. Penduduk dapat menikmati listrik mulai dari pk 17.00 s/d pk 06.00.

Ini namanya sepit


Di sana mobil adalah sarana transportasi yang sangat jarang dan terbilang sangat mewah. Jalannya aja sempit banget. Ga ada mall... Sekolahan cuman satu katanya. Jadi generasi ke generasi sekolahnya sama semua. Hahahaha. Tentu saja tak ada universitas di sana. Alfamart? Tidak ada! Internet???? Ga usah ditanya deh... Mungkin karena sekarang jiwa berpetualang saya sudah mulai tumbuh jadi saya sangat antusias untuk ke pedalaman ini.

Saya pulang hanya dengan mama saya. Ada 3 jenis transportasi air yang bisa digunakan. Saya tidak tahu pasti namanya, tetapi penduduk lokal menyebutnya motor air, sepit, speed boat. Kata mama saya, paling serem itu naik speed boat karena mudah terombang-ambing oleh ombak. Pernah katanya, ada yang terbalik. Kami pun naik sepit.

Di perjalanan, saya terkesima dengan rumah-rumah kayu yang berada di pinggir laut. Menurut saya itu sangat kereeeen. Pemandangan yang tidak biasa kita temukan. Baiklah ini akan saya ceritakan nanti lah ya. Kembali fokus ke cerita memalukan......

Sesampainya di pelabuhan Padang Tikar, saya dan mama saya naik ojek yang berbeda. Mama saya kemudian memberitahukan tujuan kepada kedua tukang ojek. Ojek saya mengikuti ojek mama saya, tepat di belakangnya. Yah, saya santai saja.

Tiba-tiba saja......... topi saya lepas!! Ojek saya pun berhenti. Saya kemudian turun dan mengambil topi saya. Saat saya kembali ke ojek, saya sudah tidak bisa melihat ojek mama saya. Sepertinya sudah tertinggal jauh. Saya kemudian bertanya kepada si tukang ojek apakah ia sudah tahu alamat tujuan. Tukang ojek yang kelihatannya seumuran saya itu bilang ia tahu. Okay, belum saatnya saya panik. Saya masih tenang.

Rumah di pinggir laut. Sukaaaaaa <3


Ojek pun jalan lagi. Makin lama, si tukang ojek makin bingung. Ternyata dia hanya diberitahu nama daerahnya saja, bukan alamat lengkapnya. Kami jalan sampai lumayan jauuuuhhh... Saya mencoba lihat kiri dan kanan, berharap melihat sosok mama saya. Namun, yang saya lihat hanyalah kebun kelapa yang lebat, rumah walet, serta rumah kayu penduduk yang terlihat sepi. Benar-benar sesuatu yang asing bagi saya.

Saya coba menelepon mama saya, tapi ternyata handphone saya tidak mendapat sinyal (XL memang ga bisa diharepin di pedalaman!). Tukang ojek baik hati itu kemudian meminjamkan handphonenya pada saya. Namun, handphone mama saya tak bisa dihubungi. Saya kemudian meminta si tukang ojek ini menghubungi temannya yang membonceng mama saya. Namun ternyata.... temannya tak memiliki handphone! Ahhh, apeeesss!!! Masih ada pilihan, yaitu bertanya pada penduduk sekitar. Okay, belum saatnya panik. Saya masih agak tenang.

Saya kemudian mencari penduduk yang sipit (so pasti kemungkinan kenal sama mama papa saya lebih besar dong, siapa tahu saudara). Pertama-tama, saya bertanya kepada seorang ayi-ayi (sebutan untuk tante-tante paruh baya Chinese). Saya bertanya apakah dia mengenal mama papa saya dengan menggunakan bahasa dialek Teochew (orang Chinese di sana berbahasa dialek Teochew). Ternyata ayi-ayi itu tidak kenal. Dia menanyakan nama nenek saya yang merupakan penduduk situ. Celakanya, saya tidak tahu nama nenek saya.

Ayi baik hati itu kemudian mengajak saya ke rumah tetangganya. Tetangganya itu perempuan yang tampaknya berumur sItalicekitar 40 tahun dan tampak sangat nyentrik. Gayanya itu loh. Kalau saya tak salah ingat, dia full make up, pakai hotpants jeans, atasannya tank top, rambut berwarna kayak singa, antingnya berderet, serta merokok. Bingung juga, di kampung kecil begini ada saja orang seperti itu. Sayangnya, tetangganya tak kenal juga dengan mama papa saya. Tidak heran sih, mama papa saya kan sudah lama merantau ke Jakarta. Kalaupun kenal, mereka pasti lupaa.

Saya dibawa lagi ke sebuah rumah lain. Kali ini isinya pemuda-pemuda. Mereka lagi main kartu gitu (ga ada kerjaan kali ye siang-siang gitu malah main kartu haha hihi). Udah gitu, mereka langsung kaget gitu pas lihat saya. Mereka takut kali lihat saya bawa kamera SLR. Hahahaha dikira saya wartawan kali. Dan... mereka pun tidak tahu.

Saya mulai merasakan tekanan dalam diri saya. Saya mulai stress. Langsung muncul berbagai pikiran negatif di kepala saya. Bagaimana kalau saya hilang? Bagaimana kalau saya tak bisa bertemu mama saya lagi? Bagaimana kalau saya ga bisa pulang ke Jakarta lagi? Di sela-sela pikiran negatif tersebut, ada suara-suara dalam otak saya "Ah, nggak mungkin sih Han. Paling lama lo juga ilang 2 hari kok! Tenang aja, orang-orang pasti akan nyariin lo!"

Pemandangan ketika baru sampai Padang Tikar


Namun, tetap saja, saya takut. Ini tempat yang sangat asing bagi saya! Handphone saya ga bisa berfungsi dengan baik! Saya stressssss.... Tidak lama kemudian, pipi saya terasa hangat. Saya...................... nangissss!!!!! Pemuda-pemuda yang saya temui kaget melihat saya nangis, terlebih lagi si tukang ojek. Dia kayaknya panik banget. "Tenang jak, tak kan sesat," ujarnya dengan logat Melayu yang sangat kental. Saya sebenernya malu sih, nangis depan mereka. Namun, ya sudahlah, saya memang stressssss!

Tukang ojek itu kemudian langsung mencari temannya. Tak berapa lama, ia kembali lagi. Sepertinya ia bertemu dengan temannya dan sudah menanyakan rumah nenek saya. Saya pun diantarnya ke sana. Sesampainya saya di rumah nenek saya, saya melihat sudah banyak banget orang di situ. Orang-orang tersebut adalah saudara-saudara saya. Mata saya masih berair dan saya masih pilek gara-gara nangis. Semua orang menatap saya dan menghibur saya yang tampak tertekan. Mama saya kemudian terlihat dan dia langsung memeluk saya sambil tertawa-tawa. Aduh, kenapa sih semua orang pada lebay.......

Sumpah, ini memalukan! Di kampung sekecil itu, penduduknya senang bergosip. Keesokan harinya, peristiwa memalukan saya ini sudah menyebar ke mana-mana. Yah, mungkin ini lucu bagi mereka. Anak kota bodoh tersesat di kampung. Mereka pasti seneng banget ngomongin kebodohan saya. Huhuhuhu. Bukannya saya negative thinking, tetapi memang begitulah kenyataannya. Saya yakin saya ga akan pulang ke kampung ortu saya dalam waktu dekat. Mungkin saya mau pulang lagi ketika orang-orang sudah mulai lupa dengan kejadian itu atau ketika saya sudah bisa menahan malu.

Ini jadi pelajaran buat saya supaya bisa lebih cerdas lagi dalam menghadapi tekanan. Setiap ada tekanan sebaiknya dipikirkan dulu secara logis dan positive thinking. Pikirkanlah kemungkinan-kemungkinan positifnya. Tentu perlu proses untuk menjadi orang seperti itu. Dan saya adalah salah satu orang yang sedang dalam proses itu. Pengalaman adalah guru terbaik :))


Kamis, 12 Mei 2011

Everyday Is A Lesson


Cerita ini seharusnya diposting kemarin. Berhubung inet mati, jadi baru saya post malam ini :)


Sebenarnya setiap hari itu penuh dengan pelajaran yang bermanfaat bagi kita. Hanya saja, itu kembali ke diri sendiri lagi. Apakah kita mau belajar dari hari itu, atau kita hanya akan mengacuhkannya dan tidak mengambil makna dari semua kejadian yang ada. Banyak cara untuk dapat menyadari makna dari semua peristiwa yang menimpa kita. Di sisi lain, mudah sekali untuk melupakan itu semua dan melakukan hal yang bodoh lagi, dan berulang-ulang.

Mungkin kita bisa mengaitkannya dengan aktivitas rohani kita. Bagi Kristiani, mungkin mereka terbiasa dengan renungan, baik itu renungan pagi dan malam, kemudian mengakhirinya dengan membaca Alkitab. Bagi saya, yang beragama Buddha, saya mencoba melakukan renungan dengan bermeditasi dan membaca sutta. Oh, ya, meditasi adalah sesuatu yang universal, setiap orang, apapun agamanya, diperkenankan untuk meditasi. Jadi, jangan terpaku pada labelling.

Bila saya renungkan, hari ini sangatlah berarti. Berarti karena memberikan pelajaran baru bagi saya. Bisa dibilang, saya tidak terlalu menyukai hari ini. Namun, saya sungguh senang karena bisa mendapatkan hikmah, walaupun orang lain mungkin menganggap remeh. Pertama, UTS PBE-TV (Penulisan Berita Elektronik Televisi) saya sangat jelek... 42! Jelek banget, kan? Saya kemudian mencoba merenungkan hal ini.

Penyebabnya ada 2. Pertama, saya tidak realistis dalam melakukan manajemen waktu. Saya merasa bisa membagi 14 jam untuk mengerjakan buletin, les, nonton film, dan belajar untuk UTS. Ternyata, setelah pulang les, saya kecapean... Lalu saya tidur, dan kebablasan sampai pagi. Alhasil, saya hanya belajar sekilas. Kedua, saya terlalu meremehkan sesuatu. Saya merasa membaca sebentar istilah dalam program televisi, saya akan bisa menghadapi UTS dengan baik. Penyakit meremehkan sesuatu semakin parah akhir-akhir ini. Meremehkan segala hal yang sudah menjadi tanggung jawab saya, seperti les, kuliah, serta organisasi. Hari ini saya belajar bahwa hal kecil yang menjadi tanggung jawab tidaklah pantas diremehkan.

Selanjutnya, masalah sosial. Saya merasa sudah melakukan kesalahan dengan kesal kepada teman saya, padahal dia tidak salah kepada saya. Mengapa saya kesal? Tak jelas apa sebabnya. Sebenarnya ini hanyalah masalah mood saya yang labil karena siklus menstruasi. Tidak adil kan teman saya yang tak bersalah diperlakukan seperti itu? Walaupun sebenarnya dia tidak tahu saya kesal tanpa sebab terhadap dirinya. Manusia (baca: saya) memang aneh. Setelah saya renungkan, saya ini memang sangat moody dan mudah terpengaruh. Penyakit ini harus dikikis perlahan-lahan supaya tidak menciptakan musuh di kemudian hari. Hahahahaha.

Nah, yang terakhir.... Sebenarnya ini sangat memalukan sih, karena menunjukkan betapa negatifnya pikiran saya. Hmmm... cerita ga ya? Mungkin ini bisa menjadi pelajaran bagi yang lain juga, jadi saya akan cerita. Pikiran negatif ini muncul karena daleman. Ya, daleman. Jadi, ceritanya, baru-baru ini saya kehilangan daleman terus. Di kosan serta di laundry hilang terus. Jadilah saya sangat berhati-hati dalam menjemur daleman. Hahahahhaa... Akhirnya saya membeli daleman baru. Eh, pas baru aja dicuci, ternyata hilang hari ini.

Muncullah pikiran negatif kalau daleman saya itu ada yang ambil. Karena ini sudah kedua kalinya. Bahkan sudah ketiga kalinya kalau menghitung yang di tukang laundry. Padahal saya juga mikir sih, “Emangnya BH gue ada yang muat ye?” Hahahahhaaha... Udah kesel, bete, dan yakin banget ada yang sengaja ambil. Ternyata................................... daleman saya itu memang ada yang ambil..... Tapi, ga sengaja, alias kebawa sama anak kosan lain.. Yaaah, begitulah, saya nyesel banget udah mikir yang nggak-nggak... Tapi biarlah ini semua menjadi pelajaran bagi saya, atau bagi kamu yang lagi baca ini (kalau ada yang baca). Hehehehe.

Intinya sih, cuman mau sharing, kalau renungan singkat sehari-hari itu penting banget, karena mengingatkan kita atas apa yang sudah terjadi hari ini dan pelajaran apa yang bisa kita ambil sesudahnya. Selamat renungan!

Jumat, 13 Agustus 2010

Just in Your Mind!

Hari Kamis kemarin gw pertama kalinya bobo di kosan baru. Capeeek banget beresin barang dan bersih-bersih. Tapi tetep aja gw begadang ampe pagi karna udah kebiasaan ngalong sampai pagi. Nah, karena lagi banyak yang mau ditumpahkan *cielah*, gw akhirnya nulis-nulis iseng gitu .http://matcuoi.com Posisi gw lagi di atas kasur senderan di tembok.


Yang namanya tidur pertama kali di kamar baru, agak was-was gitu takut ada hantu atau penghuni kamar. Apalagi gw begadang. Jam sudah menunjukkan pukul 2 pagi lebih. Kosan udah sepiiii banget. Nggak ada suara sama sekali. Tapi, gw berusaha sebisa mungkin menepis perasaan nggak jelas itu. http://matcuoi.com


Tiba-tiba ohhh tiba-tiba.... Kasur gw goyang-goyang kayak ada orang mau nyembur keluar dari kolong. http://matcuoi.comGw mulai panik. Gw liat lemari gw, goyang-goyang juga kayak ada sesuatu yang mau ngeloncat keluar dari lemari. Gw tambah panik. Ohhh tidaaaakkk, ternyata kamar gw ada setannya!!! Saking takutnya, gw terus kabur ke luar. http://matcuoi.comGw sempet liat balik ke kamar, kasur dan lemari gw diem nggak bergeming. Haduuh, makin yakin ini sih ada setannya. Buktinya begitu gw keluar dia udah nggak ngamuk. Terus, gw ke kamar temen gw. Gw ketok-ketok kamarnya tapi nggak ada jawaban. Sudah tidur ternyata...


Gw pun memberanikan diri kembali ke kamar. Duduk di kasur lagi dengan sikap waspada. Tiba-tiba hp bunyi. Ternyata sms dari sahabat bilang, "Han, barusan gempa yah?" Fiuuuuuhhh, legaaaaaa banget! http://matcuoi.comTernyata cuman gempa! Buat yang tinggal di Bandung dan sekitarnya mungkin juga pada ngerasain gempanya. Menurut berita, gempanya berpusat di Sukabumi dengan kekuatan 5.8 skala ritcher.


Pernah nggak ngalamin yang kayak gini? Melihat hal semu yang terlihat seakan-akan nyata. Padahal sebenernya itu nggak ada. Kita terlalu berkutat dengan persepsi kita sendiri sampai-sampai nggak bisa melihat sesuatu apa adanya. Kita nambahin bumbu-bumbu sendiri ke dalam pemikiran kita itu. It can be a disaster, you know! Hahaha. Just in your mind! :)

Selasa, 19 Januari 2010

Dipukul Cowok !!

Ini adalah salah satu kisah dalam hidup gw yang sangat memilukan. http://matcuoi.com Sesuai dengan judulnya, Dipukul Cowok!!! Inilah fenomena yang kerap kali terjadi di bumi pertiwi ini.. Fenomena yang sering dialami oleh kaum wanita.. Wahai lelaki, bertobatlah!! Ckckckck...

Okay. Kisah menyedihkan ini terjadi saat gw kelas.... Hmm, kayaknya sih kelas 1 SD deh! Waktu itu gw masih sekolah di SD Sang Timur (Karang Tengah). Gw bersekolah di situ nggak lama, cuman sampe kelas 2 SD, terus gw pindah ke Bekasi. Nggak banyak temen yang gw inget. Cuman 3 orang yang gw inget. Dua di antaranya adalah sahabat gw, namanya Cyntia dan Novi. Mukanya sih gw udah lupa banget!! Nah, 1 nya lagi adalah seorang temen sekelas gw bernama William. Gw sebenernya nggak berharap inget-inget dia lagi. Huh! Bocah ini bisa dibilang mirip banget ama Boboho pas SD. Palanya botak, badannya genduuut, matanya sipit, kulitnya putih. Yaaahh, kira-kira begitulah. Nggak beda jauh ama Boboho. Atau mirip sama ini.. http://matcuoi.com Hehehe.. kidding, bro!

Waktu itu lagi jam istirahat. Gw waktu itu lagi sendiri. Sambil ngemil jajanan gitu, gw nyender di pilar-pilar sekolah. Jadi sekolah gw itu banyak banget pilar-pilarnya. Nggak tau Cyntia dan Novi kemana, kayaknya sih lagi main karet. http://matcuoi.com Secara SD jaman dulu gitu loooh, mainannya karet, boo! Nah, terus gw liat William lagi senyum-senyum. Biasalah, dia anaknya emang agak aneh, suka senyum-senyum gitu. http://matcuoi.com Dikira senyumnya bagus kali! Zzzz...

Dia tuh posisinya di belakang pilar yang gw senderin. Kebayang kan kayak apa. Kayak film-film India gitu dah! Kurang musik ama joged-joged aja tuh! http://matcuoi.com Hahaha. Nah, terus gw nengok kan ke belakang pilar, eeeh si William nongol sambil nyengir. Trus gw balik lagi. Nah, terus gw nengok lagi deh ke balakang pilar dengan arah sebaliknya. William nongol lagi (masih) sambil nyengir. Entah kenapa gw kayak gitu, demen juga kagak ama Boboho lokal ini. Temen juga bukan. Ngobrol aja jarang banget! Saking nggak ada kerjaan kali yee.

Nah, terus gw nengok lagi deh. Dan..... "BUKKK!!!" http://matcuoi.com Mendaratlah sebuah kepalan tangan pas di idung gw! Gw sempet liad si Boboho itu kabur dengan girangnya. Astagaa sakit banget! Untungnya nggak ampe mimisan! Tapi jadinya meraaah gitu. Begonya, gw nggak ngadu ama guru gw! Coba kalo gw ngadu, mampus dah tuh si Boboho! Baik hati amad yah gw dulu? Ahh, nyesel gw nggak ngadu waktu itu!

Yang ngeselin tuh, Boboho nggak pernah minta maaf ama gw! Malah kayaknya dia seneng udah nonjok gw! Baah, dosa apa gw ama dia? Bener-bener tuh orang! Ampe sekarang gw nggak pernah tau alasan dia nonjok gw! http://matcuoi.com

Inilah pengalaman gw dipukul oleh cowok! Cuman ama si Boboho doank! Bayangkan, dipukul ama cowok!! Bokap gw aja nggak pernah mukul gw! Betapa menyedihkan, kan? Kalo gw ketemu lagi ama si Boboho, gw bakal balesin tuh tonjokannya! Hahahahaha... http://matcuoi.com

Sabtu, 16 Januari 2010

Tragedi Sisir

Wahhh kemaren-kemaren sempet kontek-an sama temen-temen SMA. Rasanya jadi kangeeeen banget sama masa-masa SMA gw yang suram itu. Gw sebagai alumni Penabur, tidak merasakan yang namanya 'masa paling indah' ketika SMA. Dan bukan gw hanya yang merasakan demikian, sahabat-sahabat gw pun begitu. Sistem belajar yang terkesan 'ngebut' dan penilaian yang kata orang-orang ketat, membuat kita-kita jadi belajaaaar mulu (sebenernya nggak juga sih!). Hahaha. Yaaa itulah, ngeselin tapi ngangenin. Dan gw seneng udah ngerasain itu semua. Tempaan itu yang akhirnya membuat gw lebih mau bekerja keras http://matcuoi.com (nggak juga sih!). Wkwkwkwk..

Okay, sekian kata-kata pembuka yang geje. Yang mau gw ceritain sekarang adalah sepenggal aib-aib gw yang terpaksa gw tulis di sini karna 2 hal: (1) karena gw nggak ada kerjaan di malam minggu ini! (Inilah nasib para jomblo yang terdampar di Jatinangor) http://matcuoi.com , (2) karena gw nggak tau mau cerita apa lagi.

Setelah gw survei (cielaaah), ternyata banyak temen gw yang suka ganti-ganti nama gw! Gw itu kan harusnya dipanggil Honey (sayang, hahahah!). Atau paling nggak 'Yo' (beberapa guru memanggil gw dengan panggilan ini). Eeeh, ini nama gw malah dibuat jelek. Bayangkan saudara-saudara! Yang tadinya Honey, malah diganti jadi Ijah (Tidaaaak!! Kayak nama pembokat!), Alay (jangan salah tanggap dulu, gw bukan ALAY! T_T), dan SISIR! Kenapa dipanggil sisir? Kali ini gw ceritain dulu soal sisir, Ijah dan Alay menyusul! Apa kata bokap gw yang udah ngasi nama sebegitu bagus kalo denger kenistaan temen-temen gw ini??? Apa salahku? Ouuuwoooouwooo! >.<

Hari itu adalah salah satu hari yang ngebosenin banget buat kami, anak-anak kelas 3, yang sedang digenjot abis-abisan sama guru-guru buat nyiapin UAN. Tiap hari kita diberi soal-soal yang harus langsung kita kerjakan. Besoknya, soal baru lagi. Besoknya begitu lagi. Dan lagi. Belum lagi dengan bimbel yang mulai menjajah hari Sabtu tercinta kita yang biasanya adalah 'The day of Ngebo" alias hari untuk tiduuuuur sepuas-puasnya. Belum lagi tambahan bimbel di luar sekolah buat nyiapin ujian perguruan tinggi negri! Huaaahhhhh!! Rasanya pengen tereak! Aaaa, gw masih manusia biasa! Gw masih belia dan butuh penghiburan! http://matcuoi.com Aaaaaaahhhhh! Agak lebayy yeee...

Nah, waktu itu kita lagi belajar Kimia dengan Bu Buch. Bu Buch alias Bu Buce ini orang lucu banget deh. Hmm, suka ngelawak sih engga. Dia ini orang suka galak gitu hihihi. Tapi kayaknya nggak ada yang takut ama dia. Malahan, kalo lagi marah, gw suka ngakak sendiri. Dosa amat gw! Trus, dia itu orangnya bersemangat banget kalo lagi ngajar Kimia. Dia ini pinteeeeer banget loh! Paling okeh di antara guru Kimia lainnya deh! Salut deh ama guru yang satu ini. Plok plok plok!!

Nah, waktu itu gw bener-bener bosen banget dengerin dia ngajar. Apalagi mata gw itu sensitif banget kalo udah dengerin pelajaran, bawaannya pengen nutup mulu. Makanya, gw sering banget ditegur gara-gara ketiduran. Aaah, pokoknya di kelas 3 itu gw paling sering bikin kesalahan. Nah, langsung aja yaaa, gw itu kan orangnya kalo di kelas demen banget yang namanya sisiran. Tentunya dengan sisir gede gw yang berwarna merah. Abisnya, rambut gw itu sering banget kusut! Nggak tahan gw liat rambut kusut gitu. Yauda sering-seringlah gw bersisiran ria di sekolah. Nah, waktu itu saking bosennya dan kusutnya rambut gw, tangan gw mulai gatel ambil sisir dari tas. Sambil mata tertuju sama lembar soal dan dengerin Bu Buch ngejelasin, gw sisir pelan-pelan rambut gw. Baru sebentar, hmm belum ampe 5 detik dah. Belum 5 detik saudara-saudara! Tiba-tiba terdengarlah suara menggelegar Bu Buch... "Apaaa lagi ituu.. Malah sisiran... Ckckckkc.."
Anjriiiit! Gw kaget sekaget-kagetnya!! http://matcuoi.com Muka gw pasti langsung merah padam. Maluuuu gilaaa!!! Seisi kelas liatin gw semua sambil cekikikan.

Nah, begonya gw, gw malah ikutan cekikikan sambil nutupin lembar soal ke muka gw yang berasa panaaaas banget! Udah kayak artis India malu-malu gitu dah gw.. Bisa ngebayangin deh, muka gw pasti najong banget! Gw itu kalo lagi malu emang jadi suka aneh. Paling sering jadi ketawa-ketawa nggak jelas gitu dah! Dan kayak orang aneh aja kan gw TT_TT.. Lanjutlah Bu Buch ngoceh, "Kamu ini di kelas malah sisiran, Yohannie! Kamu tau nggak, kamu bikin konsentrasi Ibu jadi buyar! Sisiran kan bisa nanti!" Dan, begonya gw, gw jawabin, "Abis kusut sih, Bu..." Aaaah bego banget sih gw? Yaudah deh sekelas ketawa lagi. Bu Buch mukanya uda nggak enak gitu, gw menafsirakannya dengan tatapan kesel dan speechless. http://matcuoi.com Wwkwkwkwk.. Aaah, benar-benar sial gw hari itu!

Lebih sialnya lagi, berita ini pun menyebar. Secara sohib gw pada bigos semua! Buseeed gw jalan-jalan ke kelas sebelah, dah pada ngikik aja ke gw. Trus, gw jalan lagi ke kelas lain, ehh gw diledekin ama sohib gw yang lain. SWT gede-gede dah!! http://matcuoi.com Sejak saat itu, banyak temen-temen gw yang manggil gw "SISIR!". Dan sisir merah gw itupun jadi terkenal di kelas gw. Hahahahhaaaaaa!!! Sampaai sekarang, sisir merah ini masih setia ama gw.. Hehehe

Benar-benar kenangan tak terlupakan yang buruk... http://matcuoi.com