RSS
Tampilkan postingan dengan label From heart. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label From heart. Tampilkan semua postingan

Rabu, 31 Agustus 2011

Ingatlah Masa Itu


Suatu hari

Aku pasti kangen

Kangeeeeeennnn

Kangeeeeennnnnnnnnnnn bangeeett!!!!

Sama kalian

Dan aku tahu

Keadaan pasti berubah

Tidak seperti ini lagi

Waktu mengubah semua kebiasaan

Bahkan, bisa mengubah karakter seseorang

Suka duka,

Kita lewati masing-masing pada akhirnya

Bisa jadi,

Gunung es tumbuh di antara kita

Satu dua dari kita jadi dingin

Tak terjamah lagi

Tapi tolong,

Janganlah kamu lupakan

Pernah ada tawa, canda, haru, tangis, kehangatan, kegilaan, kekesalan, amarah, keraguan, kekecewaan, persahabatan, persaudaraan, dan penyesalan

Di antara kita

Yang membuat kita pernah dekat dan kenal satu sama lain

Yang mungkin hanya bertahan di masa lampau

Dan bila begitu,

Ingatlah masa itu

(Yohannie Linggasari)


Jumat, 19 Agustus 2011

Lampu-lampu Cantik


Lampu-lampu cantik
Temani aku malam ini
Dan bila kau pergi
Tinggallah aku sendiri
Hilang dalam gelap
Terlupakan dalam pekat

(Yohannie Linggasari)

Senin, 18 Juli 2011

Siapa Tak Ingin Jatuh Cinta


Siapa tak ingin jatuh cinta
Bila rasanya begitu indah

Membuat harimu berwarna


Siapa tak ingin jatuh cinta

Bila membuat jantungmu berdegup
Rasanya kau benar-benar hidup


Siapa tak ingin jatuh cinta

Bila bisa membuatmu menjadi "manusia"

Membentukmu lebih baik lagi


Siapa tak ingin jatuh cinta
Bila bisa membuatmu tersenyum lagi
Tertawa lepas bersamanya


Siapa tak ingin jatuh cinta

Bila itu mengasyikkan

Memicu adrenalinmu

Siapa tak ingin jatuh cinta
Bila membuatmu bermimpi
Merancang masa depan yang tak pasti


Siapa yang tak ingin?
Align Center

Garis Mati Tak Peduli Mood

WARNING: TULISAN INI SANGAT SANGAT TIDAK PENTING


Hell-o world!!! Duuuhh, uda lama banget yah gw nggak update blog yang sudah menjamur ini. Hihihihi. Alasan gw nggak update2 sangatlah simple. Mengapa??? Karena gw sangat-sangat tidak mood untuk menulis.

Sebagai mahasiswa jurnalistik yang harus selalu menulis untuk memenuhi tuntutan kewajibannya, hal ini mutlak merupakan kekurangan buat gw. Gimana nggak? Sering banget ya, abis getting (liputan), gw menunda-nunda menulis hanya karena alasan simple tadi itu. Duh, beneran ya, rasanya males banget, lah! Waktu getting nya mah gw semangat banget. Tapi pas nulis, butuh mood bagus. Ahahaha. Apalagi nulis berita. Bukan hanya sekadar menulis, tetapi harus diperhitungkan angle, alur, efisiensi, dan lain-lain. Ya elah, ribet amat yah? Hahahahaha.

Menurut gw, getting itu benar-benar menyenangkan. Ya, nggak selalu menyenangkan sih, tetapi kebanyakan menyenangkan. Getting itu bikin kita ketemu orang baru, nambah pengalaman, nambah ilmu, dan kadang membuka pintu hati dan mata kita (ya iya lah, pasti matanya kebuka, donk! Hahahaa!). Misalnya nih, kalau gw nggak getting tentang ulat sutera, gw nggak akan tahu kalau ulat sutera itu super lucu! *nggak penting ya* Kalau gw nggak getting, gw nggak akan pernah masuk rumah pedagang siomay yang sehari penghasilannya hanya sekitar Rp40.000! *cukup membuka pintu hati gw* Yaaa, pokoknya hal-hal baru gitu deh!

Sebaliknya, menulis itu bisa menjadi hal yang menyenangkan ataupun menyebalkan. Satu hal itu tadi... MOOD! Nulis untuk orang lain (misalnya berita) itu harus mikir. Beda dengan menulis blog kayak gini. Karena gw nulis blog hanya untuk pemuasan diri sendiri (belum berorietasi pada orang lain), ya kalau gw nggak mikir juga nggak apa dong... *walaupun perlu mood juga sih*

Nulis itu harus berbekal informasi yang cukup. Karena kalau informasi kita masih kurang, nilai tulisan juga akan berkurang. Nulis itu juga harus tepat. Semua yang kita tulis itu harus jelas kebenarannya. Yaaa pokoknya banyak deh syarat-syarat menulis untuk orang lain dengan baik dan benar. Duh geje yah...

Nggak jelas sih sebenarnya apa yang mau gw omongin. Hahahahaha. Cuman mau sedikit curhat kalau bagi gw menulis itu butuh mood. Tapi sayangnya, deadline itu garis mati yang nggak peduli seberapa jelek mood lu. Deadline oh deadline............

Senin, 30 Mei 2011

People Change..... Too Fast!


Dulu, saya ingin seperti barbie. Cantik dan feminin.
Kini saya ingin seperti Desi Anwar. Cerdas. Sebuah bentuk kecantikan yang lain.


Dulu, saya sulit menerima kekurangan orang lain.
Kini, saya mulai terbuka dengan kekurangan orang lain.


Dulu, saya tidak mau menikah.
Kini, saya berubah pikiran. Saya rasa membangun sebuah keluarga adalah hal yang indah.


Dulu, saya tidak suka teman baru.
Kini, saya mencari teman baru sebanyak-banyaknya.


Dulu, saya ingin menjadi dokter. Sebuah profesi yang mulia.
Kini, saya ingin menjadi jurnalis. Sebuah profesi yang (bisa jadi) juga mulia.


Dulu, saya penakut.
Kini, saya suka tantangan.


Dulu, saya sangat percaya akan Tuhan.
Kini, saya mempertanyakan kehadiran-Nya.


Dulu, saya benci Kalimantan.
Kini, saya mengidolakannya.


Dulu, saya percaya sahabat seumur hidup itu ada.
Kini, saya meragukannya.


Dulu, saya percaya cinta sejati itu ada.
Kini, saya tidak percaya.


Dulu, saya memusuhi diri saya sendiri.
Kini, saya berteman dengan diri saya.


Dulu, saya kira sukses itu hanya perlu ijazah.
Kini, saya sadar, sukses butuh perjuangan.


Dulu, saya kira sukses itu bila punya banyak uang.
Kini, saya belajar, sukses bukan hanya tentang uang.


Dulu, saya pikir judi itu dosa.
Kini, saya rasa itu tidak dosa.


Dulu, saya takut akan dosa.
Kini, saya menantangnya.


Dulu, saya tidak tahu ada keluarga kedua.
Kini, saya tahu keluarga kedua benar-benar ada.


Dulu, saya bukanlah diri saya.
Kini, saya tetap mencari.


Dulu saya egois.
Kini, saya tetap begitu.


Dulu, saya tak mengenal fotografi.
Kini, saya jatuh cinta padanya.


Perubahan.


Hidup adalah sebuah sirkulasi yang menyebabkan manusia berubah. Yeah, People change.... too fast! Esok hari tidak akan sama seperti hari ini.

Jumat, 27 Mei 2011

Saya Cuma Mau Lari

Lari, lari, lari!!
Lari, dan jangan menegok ke belakang!
Lari sampai ke ujung, lupakan semua!

Saya cuma mau lari... lari... dan lari....!!
Ingin melupakan ini semua
Yang telah membuat saya kacau


Tapi.........

Ah, saya tidak peduli!!!


Lari, lari, lari!!!!



NB: Hidup adalah pilihan. Di saat kita ingin lari dan meninggalkan semua tanggung jawab, selalu saja ada alarm yang mengingatkan kita untuk berdiam sejenak dan tidak berlari :|

Sabtu, 01 Januari 2011

This Year, I'm going 20.. Aaaaaa~!

Kau tampak kecil sekali Aleeee~

foto makanan seperti biasa~

Malam tahun baruan kemarin seenggaknya agak berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Kalau biasanya gw ngumpul-ngumpul di rumah sama keluarga dan kemudian main kembang api di rumah (lebih tepatnya saingan sama orang kompleks :p), kemarin gw ngumpul-ngumpul dengan sahabat-sahabat terkasih (Ale, Adela, Dela).

Nggak yang heboh-heboh juga sih. Kita cuman keluar cari makan ke Kemang Pratama (baca: HEMA), udah gitu ngobrol sampai puas di mobil. Lucu juga sih, sempet kepikiran mau mabok bareng-bareng (dasar anak muda labil). Sumpah deh yah, penasaran sama rasanya mabok! Namun, akhirnya niat itu diurungkan karena 1) Ale nggak mau mobilnya kotor karena muntahan, 2) Nggak enak sama ortu.

Yaudah, jadinya kita ngobrol ngalor ngidul sampe puas deh. Sebenernya belom puas lho yaaa... Trus nonton kembang api yang rasanya kurang mantep (masih mantepan bokap gw yang masang, huahahahahaha). Dan kita buat video resolusi di tahun 2011! Nggak jauh-jauh dari berat badan dan pendamping hidup (dasar sindrom gadis yang akan beranjak ke umur 20 tahun). Ahahahaha. Pokoknya sekarang kita di satu misi. Misi meraih berat badan yang kita mau dalam 3 bulan! Wah..., gw sih nggak berharap banyak.. Ada ide gimana cara gemukin badan??? :D

Banyak banget nih yang mau diocehin di mari.... *lirik tugas*

See ya!

Minggu, 26 Desember 2010

December Sensation....

In December, you can feel Christmas sensation is so strong.
Don't wanna miss it, my friends and I took some pictures with the Christmas Tree.
Merry Christmas 2010! :)


feels like home




*pictures were taken at Bandung Indah Plasa (22/12/2010)

Selasa, 14 Desember 2010

Confession of a Book-Buyer


Those are books I haven't read.
Besides, I had bought it months ago!
Sometimes I think I just tempted to buy books rather than to read them.
That's why I called myself a 'book-buyer', not a 'book-eater'!
But really I want to read them.
I just need a good mood =)

23761

Aku pelacur tulen.

Tapi aku penari sejati.

Dan aku Belanda berdarah Indonesia.


MATA HARI, nama yang tercatat di berbagai literatur, terutama dihubungkan dengan spionase, mata-mata, intrik, juga sensualitas.

Hidup di seputar akhir abad ke-19 sampai awal abad ke-20, Mata Hari seperti mewadahi berbagai gejolak zaman yang menjadi ciri khas pergantian abad, sampai kemudian terseret menjadi agen ganda bagi Prancis dan Jerman pada Perang Dunia I. Dalam novel ini, dikisahkan periode hidupnya yang belum banyak disingkap, yakni hidup Mata Hari di Indonesia.

Kira-kira itulah sinopsis buku Namaku Mata Hari karangan Remy Sylado. Sebelum diterbitkan, novel ini dijadikan cerbung di harian Kompas. Gw sempat mengikuti cerita ini saat dimuat di Kompas. Kisah yang sangat menarik, yang mengangkat kisah hidup seorang pelacur Belanda berdarah Indonesia. Belum baca semuanya sih, dan rencananya akan segera beli novelnya. Hohoho. Yak, cerita tentang pelacur, pernikahan, dan kekerasan pada perempuan memang selalu menarik minat gw. That's just..... interesting :)

Well, siapa sih Remy Sylado? Mungkin sudah banyak yang ngenalin dia. Ada juga yang nggak tahu sama sekali. Gw sendiri juga tahunya dari dosen tercinta yang sering banget ngomongin kehebatan Remy Sylado.

Remy Sylado (23761) mempunyai nama asli Yapi Panda Abdiel Tambayong. Ia memang memiliki banyak nama samaran, seperti Dova Zila, Alif Danya Munsyi, Juliana C. Panda, dan Jubal Anak Perang Imanuel. Bisa dibilang Remy Sylado itu orang yang benar-benar luar biasa. Bakatnya itu banyak banget. Ia adalah seorang wartawan, sastrawan, pelukis, dramawan, bahkan ahli bahasa. Katanya, ia bahkan mengkritik doktor bahasa. Padahal, ia bukan ahli bahasa. How come???!

Kemarin, tepatnya pada tanggal 13 Desember 2010, ada acara bedah buku Namaku Mata Hari di PSBJ Unpad. Gw akhirnya bolos kuliah dan mengikuti acara itu eheheheh... Penasaran juga sama sosok Remy Sylado. Seperti apa sih dia? Dan... jeng-jeng.... Kesan pertama ngeliat, wah gaul! Meskipun sudah berumur 65 tahun, ia masih sangat stylish. Kayak Elvis Presley deeeh...

Dan ketika bedah buku dimulai.. Kesan selanjutnya... wah, gokil! Ia tipe orang yang berbicara blak-blakan. Kalau istilah komunikasi, dikenal dengan sebutan konteks rendah. Bicara mengenai selangkangan pun ya bebas saja. Memang di novelnya banyak adegan vulgar yang ia katakan itu adalah buah imajinasi yang indah. Dan ia memang benar-benar ahli bahasa! Ia bahkan menyebutkan asal kata atribut yang ia pakai dari atas sampai bawah (baju, kalung, celana, sampai sepatu). Dari atas sampai bawah nggak ada yang asli bahasa Indonesia! Orang yang sudah membaca novelnya mengatakan banyak sekali kosa kata di dalam novelnya yang tak ada di kamus Bahasa Indonesia.

Gw sih melihat ia memang benar-benar punya ketertarikan pada bidang etimologi. Gw juga melihat jiwa wartawannya yang masih bergelora walalupun sekarang ia tidak bekerja sebagai wartawan lagi. Dalam menulis novel, ia mengumpulkan data dan fakta dengan sangat rinci. Semuanya ia perhitungkan dengan baik. Bahkan, ia rela untuk mencari arsip-arsip tua yang sangat sulit dicari. Wah, salut deh sama 23761.. =D

Sabtu, 11 Desember 2010

Maybe I'm An Introvert?


Suddenly miss my mom

I miss her... And always love her
But why oh why so hard to tell that to her :(

Aku Tidak Ingin Menjadi Insan Biasa

Sebuah penggalan puisi di malam ospek, yang kami bacakan dengan dipaksa....

Aku Tidak Ingin Menjadi Insan Biasa

Aku tidak ingin menjadi insan biasa
Adalah hakku untuk menjadi insan luar biasa
Aku tidak ingin seperti katak dalam tempurung,
Rendah diri, tertutup, sombong, dan mudah tersinggung
Aku siap menerima segala risiko untuk gagal dan segala risiko untuk sukses

Aku siap bekerja keras walaupun tanpa derma
Aku lebih memilih tantangan hidup
Daripada selalu diberi derma
Aku tidak akan menjual kebebasanku,
Tidak akan menjual harga diriku
Hanya untuk mendapatkan derma
Aku tidak suka merendahkan diri
Pada segala macam kesombongan
Ancaman, rasa iri, dengki, dan kemalasan

Sudah menjadi warisanku:
Untuk berdiri tegak, megah, dan berani


Cukup memotivasi dan memberi semangat kepada saya yang selalu merasa bahwa saya hanyalah seorang insan biasa.

Minggu, 30 Mei 2010

Pantaskah??


Dedicated for all of my bestfriends and myself :))


Terkadang aku kecewa pada mereka

Aku sedih mengapa mereka tak pernah menanyakan kabarku

Seakan tak peduli padaku

Mengacuhkanku bagai tak ada

Seakan persahabatan yang lalu hanyalah semu belaka


Aku marah

Aku sedih

Aku.... kecewa berat


Sahabat macam apa mereka?

Menanyakan kabar saja tak mau

Mengapa harus aku

Mengapa harus aku yang memulai

Tak adakah inisiatif mereka?

Tak adakah rasa rindu seperti aku merindukan mereka?


Namun, kemudian aku bertanya

Pada diriku sendiri

Bagaimana dengan diriku?

Pantaskah aku disebut sahabat?


Seringkali ku tak acuh

Tak mau peduli masalah mereka

Bahkan terkadang keberadaanku tak membantu

Aku asyik dengan duniaku sendiri

Tenggelam dalam imajinasi yang memabukkan


Sekarang ku sadar

Akan betapa kurangnya diriku

Sebagai sahabat yang baik

Malunya diriku

Yang selalu memprotes

Tanpa bercermin dulu


Oh, sahabat

Terima kasih atas segalanya

Maafkan segala keegoisanku

Ku janji kan berubah

Agar lebih berarti

Menjadi sahabat yang baik

Untuk kalian


Bagiku kalian akan selalu menjadi sahabatku

Karena tidak akan pernah

Tidak akan pernah ada

Istilah mantan sahabat

Dalam kamusku...


I ♥ You My Besties



Good Bye Owen...



Tiada lagi yang menyambutku ketika pulang...

Tiada lagi yang kegirangan melihat kehadiranku....
Tiada lagi yang antusias menunggu belaianku...


Maafkan aku...
Bila selama ini aku sering mengacuhkanmu..


Maafkan aku...
Bila selama ini aku tak pernah merawatmu...


Maafkan aku...
Bila selama ini aku mencarimu hanya bila kubutuh saja..


Sungguh ku tak pantas mendapatkan setiamu
Tapi ku tau kau pasti tetap menyayangiku
Semoga kau terlahir di alam yang lebih baik


Good bye Owen...
♥ ♥ ♥

Dedicated for Owen. Maybe it sounds so silly, but it's really from my deepest heart :'(